Tentang SIER

IDENTITAS PERUSAHAAN
Informasi perusahaan

RIWAYAT SINGKAT PERUSAHAAN

Kawasan industri memberikan manfaat dan kontribusi bagi percepatan pembangunan ekonomi di Indonesia. Diberlakukannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang pengembangan kawasan industri di pusat-pusat daerah mendorong kawasan industri sebagai lokomotif penggerak bagi perekonomian daerah yang tentunya akan berimbas terhadap perekonomian nasional.

Melalui kawasan industri, pabrik-pabrik industri akan disentralisasi sehingga lokasinya lebih jelas, sarananya lebih memadai, perijinannya lebih mudah, infrastrukturnya lebih bagus, pengelolaannya akan lebih efektif dan efisien, dan tentunya penanganan terhadap dampak lingkungan yang lebih baik.

Sebagai salah satu kawasan industri tertua di Indonesia, PT SIER telah menjadi pendukung berkembangnya industri manufaktur di Jawa Timur. Selama lebih dari 4 dekade, PT SIER telah menjadi pusat berbagai macam industri diantaranya industri makanan dan minuman, industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods), industri bahan-bahan kimia, industri alat-alat berat, serta jenis industri lain yang memberikan lapangan pekerjaan bagi ratusan ribu karyawan dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Selama itu pula PT SIER terus meningkatkan kualitasnya dalam menyediakan kawasan industri yang terencana dengan didukung oleh infratruktur yang terbaik, serta pelayanan yang memuaskan.

Kawasan industri sendiri baru dikembangkan pada awal tahun 1970-an oleh pemerintah sebagai suatu usaha untuk memenuhi kegiatan penanaman modal baik dari dalam maupun dari luar negeri. Berbagai kebijakan pemerintah dalam perekonomian dan pembangunan telah menciptakan angin segar bagi munculnya industri-industri baru. Basis perekonomian yang semula bersifat agraris, sedikit demi sedikit mulai beralih menjadi ekonomi industri yang memberikan added value lebih besar. Hal ini memberikan peluang terhadap pengembangan kawasan industri.ktur di Jawa Timur

Pemerintah sadar bahwa untuk melaksanakan dan menunjang program pemerintah dalam bidang ekonomi dan pembangunan nasional, khususnya dalam bidang pembangunan dan pengelolaan kawasan industri dalam arti yang seluas-luasnya, pemerintah harus mendirikan Industrial area di pusat-pusat daerah. Oleh karena itu pemerintah kemudian mengembangkan kawasan industri melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya, Cilacap, Medan, Makasar, dan Lampung. Hingga pada tahun 1974 pemerintah mendirikan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) di Surabaya dan termuat dalam Akte Nomor: 166 Tanggal 28 Pebruari 1974 yang dibuat dihadapan Abdul Latief, Sarjana Hukum, Notaris di Surabaya. Sampai saat ini Tanggal 28 Februari diperingati sebagai hari ulang tahun PT SIER.

Pada awal pendiriannya, PT SIER membebaskan lahan seluas ± 245 Ha di Kecamatan Rungkut, Surabaya (Sekarang pecah menjadi Kecamatan Rungkut, Kecamatan Tenggilis, dan Kecamatan Gunung Anyar). Lokasi ini dinilai strategis karena letaknya dekat dengan jalan tol, jalan provinsi, pelabuhan, dan bandara udara. Karna sebelumnya merupakan daerah persawahan, proses pemerataan tanah relatif mudah karena kontur tanah yang datar.

PT SIER kemudian membangun pusat pegolahan air limbah yang mengolah limbah hasil industri dan limbah rumah tangga dari pabrik-pabrik di kawasan untuk dinetralisir sebelum dialirkan ke Sungai Tambak Oso. Pusat pengolahan air limbah ini mulai beroperasi pada tahun 1981.

Pada tahun 1985, PT SIER memperluas Kawasan Rungkut ke wilayah selatan dengan membebaskan ± 87 Ha lahan di daerah Berbek, Waru, Sidoarjo. Kawasan yang baru ini menyambung dengan kawasan yang berada di Rungkut sehingga memunculkan kawasan yang membentang dari Jalan Rungkut Industri Raya hingga Jalan Brigjen Katamso di Waru.

Melihat perkembangan industri yang semakin pesat di Jawa Timur, PT SIER kembali membebaskan lahan di Rembang (Pasuruan) seluas ± 497 Ha pada tahun 1981. Lokasi ini tidak terlalu jauh dengan kawasan SIER, yaitu terletak di Jalur Pantura Pulau Jawa, diantara Bangil dan Pasuruan. PT SIER kemudian menyempurnakan fasilitas kawasan dengan membangun pusat pegolahan air limbah di PIER pada tahun 1995, yang kemudian kapasitasnya ditambah pada tahun 2012. Ini menjadikan pusat pengolahan air limbah di PIER merupakan yang terbesar di Jawa Timur. Kawasan PIER juga dilengkapi dengan bonded zone, atau kawasan berikat yang ditujukan untuk kegiatan ekspor-impor.

Melihat perkembangan industri yang semakin maju, PT SIER kemudian menciptakan berbagai usaha lain seperti persewaan Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP), bangunan pergudangan, gudang logistik, dan Sarana Usaha Industri Kecil (SUIK), dan perkantoran. Tahun 2000, PT SIER juga mendirikan PT SIER PUSPA UTAMA yang bergerak di bidang jasa supplier dan kontraktor. Tahun 2017 PT SIER mengembangkan Total Logistic Solution. Hal ini ditujukan untuk menunjang kegiatan logistik dan rantai pasok bagi pabrik-pabrik yang berada di dalam kawasan.

TONGGAK SEJARAH

Pic043